PPG IPI Garut Perkuat Kompetensi Dosen dan Guru Pamong melalui Pelatihan Pedagogi Berbasis Riset, Pembelajaran Mendalam, dan Coding AI

Garut, 8 Juni 2026 – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut menyelenggarakan Pelatihan Research-Based Pedagogy, Deep Learning, dan Coding AI bagi dosen dan guru pamong PPG Calon Guru Gelombang 1 Semester 1 Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, berbasis bukti, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber dengan bidang keahlian yang berbeda. Prof. Emi Emilia, M.Ed., Ph.D. dari Universitas Pendidikan Indonesia menyampaikan materi Research-Based Pedagogy. Dr. Heri Mohamad Tohari, S.Fil., M.Pd. dari Institut Agama Islam Persis Garut membahas Deep Learning bagi dosen dan guru. Sementara itu, Muhamad Fathur Fawaz, M.Kom. dari Institut Pendidikan Indonesia Garut menyampaikan materi Coding AI bagi dosen dan guru.

Pada sesi pedagogi berbasis riset, peserta memperoleh pemahaman mengenai pembelajaran yang mendorong murid untuk bertanya, menyelidiki, menganalisis informasi, dan menyusun kesimpulan berdasarkan bukti. Pendekatan ini mengintegrasikan kegiatan pembelajaran dengan proses penelitian sehingga murid tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dilatih menguji dan membangun pengetahuan secara kritis.

Prof. Emi Emilia menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis riset perlu dilaksanakan secara terstruktur dengan pendampingan guru. Prosesnya meliputi perumusan pertanyaan penelitian, penyusunan metode, pengumpulan dan analisis data, penarikan kesimpulan, serta penyajian hasil. Guru memiliki peran penting dalam memberikan scaffolding agar seluruh murid memperoleh kesempatan yang setara untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Materi Deep Learning memberikan penguatan kepada peserta mengenai pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Dosen dan guru pamong didorong untuk merancang pengalaman belajar yang tidak berhenti pada hafalan, tetapi membantu murid memahami konsep secara mendalam, menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, serta menerapkannya dalam penyelesaian masalah.

Adapun sesi Coding AI membekali peserta dengan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu pendidik mengembangkan bahan ajar, menyusun aktivitas pembelajaran, memberikan umpan balik, dan menciptakan inovasi pendidikan dengan tetap memperhatikan etika, validitas informasi, serta peran utama guru.

Koordinator Program PPG IPI Garut, Dr. Irsyad Nugraha, M.Pd., menyampaikan bahwa penguasaan ketiga bidang tersebut penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran calon guru.

“Dosen dan guru pamong memiliki peran strategis dalam membentuk calon guru profesional. Melalui pelatihan ini, kami berharap pembelajaran PPG semakin berbasis riset, berlangsung secara mendalam, dan mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak, kritis, serta bertanggung jawab,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta penguatan contoh penerapan dalam pembelajaran. Peserta diharapkan dapat menindaklanjuti hasil pelatihan dengan mengintegrasikan pedagogi berbasis riset, pembelajaran mendalam, dan teknologi AI dalam perkuliahan, microteaching, pendampingan, dan praktik pengalaman lapangan mahasiswa PPG.

Pelatihan ini menegaskan komitmen PPG IPI Garut dalam meningkatkan kualitas dosen dan guru pamong secara berkelanjutan. Melalui penguatan kompetensi tersebut, PPG IPI Garut berupaya menghasilkan calon guru yang reflektif, adaptif, inovatif, melek teknologi, dan mampu menghadirkan pembelajaran bermakna bagi murid.