{"id":4350,"date":"2025-07-12T04:27:00","date_gmt":"2025-07-12T04:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/institutpendidikan.ac.id\/?p=4350"},"modified":"2025-08-07T03:34:59","modified_gmt":"2025-08-07T03:34:59","slug":"dari-gerobak-mie-ayam-hingga-kursi-wakil-dekan-kisah-inspiratif-zoni-sulaiman-m-pd-di-ipi-garut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/institutpendidikan.ac.id\/en\/dari-gerobak-mie-ayam-hingga-kursi-wakil-dekan-kisah-inspiratif-zoni-sulaiman-m-pd-di-ipi-garut\/","title":{"rendered":"Dari Gerobak Mie Ayam hingga Kursi Wakil Dekan: Kisah Inspiratif Zoni Sulaiman, M.Pd. di IPI Garut"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Garut\">Garut<\/a>, <a href=\"https:\/\/institutpendidikan.ac.id\/en\/\">Institut Pendidikan Indonesia<\/a><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u2013 Kisah perjalanan hidup\u00a0<\/span><b>Zoni Sulaiman, M.Pd.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, Wakil Dekan I Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial, Bahasa, dan Sastra <a href=\"https:\/\/fpisbs.institutpendidikan.ac.id\/\">(FPISBS) IPI Garut<\/a>, adalah cerminan ketekunan, kegigihan, dan semangat pantang menyerah. Berawal dari seorang perantau yang mengadu nasib dengan berjualan mie ayam, kini beliau sukses menduduki posisi strategis di salah satu <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Perguruan_tinggi\">perguruan tinggi<\/a> terkemuka di Garut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan Zoni Sulaiman dimulai dari Boyolali, <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Central_Java\">Jawa Tengah<\/a>, di mana ia memutuskan untuk merantau ke Garut dengan tekad mencari penghidupan yang lebih baik. Di kota Intan ini, ia memulai segalanya dari nol, mengandalkan gerobak mie ayam sebagai tumpuan hidup. Hari-hari dilalui dengan berjualan, mengayuh gerobak dari satu tempat ke tempat lain, demi mengumpulkan rupiah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, semangatnya untuk terus belajar tak pernah padam. Di sela-sela kesibukannya berjualan mie ayam, Zoni memberanikan diri untuk melangkah ke jenjang pendidikan tinggi. Ia mendaftar dan diterima di\u00a0Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekolah_tinggi_keguruan_dan_ilmu_pendidikan\">STKIP<\/a> Garut\u00a0(sekarang IPI Garut). Sebuah keputusan yang kelak mengubah garis hidupnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kuliah bagi Zoni tidaklah mudah. Ia harus membagi waktu antara belajar dan berjualan ditambah dengan aktif diberbagai organisasi kemahasiswaan di tingkat lokal sampai nasional. Sempat tecatat sebagai Ketua Himadiksastrasia (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) dan pengurus IMABSII (<a href=\"https:\/\/badanbahasa.kemendikdasmen.go.id\/berita-detail\/1386\/badan-bahasa-bekerja-sama-dengan-ikatan-mahasiswa-bahasa-dan-sastra-indonesia-se-indonesia-imabsii-menyelenggarakan-ceramah-dan-dialog-bahasa\">Ikatan Mahasiswa Bahasa<\/a> dan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sastra_Indonesia\">Sastra Indonesia<\/a> Se-Indonesia) sebagai Sekbid Pengembangan Sastra dan Drama wilayah Jawa Bali Madura., menghadapi tantangan finansial serta fisik yang tak ringan. Namun, dengan dedikasi dan kegigihan luar biasa, ia berhasil menyelesaikan studinya dengan baik. Ijazah sarjana menjadi bukti bahwa mimpi bisa diraih dengan usaha keras hingga menyelesaikan studi magister di UPI Bandung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah lulus, jalan Zoni Sulaiman terbuka lebar. Dari seorang penjual mie ayam, ia meniti karir sebagai pendidik, mengabdikan diri di almamaternya. Kualitas, dedikasi, dan kepemimpinannya terus terasah, hingga akhirnya ia dipercaya menduduki jabatan penting sebagai\u00a0Wakil Dekan I FPISBS IPI Garut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Perjalanan ini mengajarkan saya banyak hal tentang nilai ketekunan dan kekuatan mimpi,&#8221; ujar Zoni Sulaiman. &#8220;Dari gerobak mie ayam hingga menjadi wakil dekan, setiap langkah adalah proses pembelajaran. Saya berharap kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi siapa pun yang sedang berjuang, bahwa dengan kemauan dan kerja keras, tidak ada yang mustahil.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah Zoni Sulaiman, M.Pd., adalah bukti nyata bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Dedikasi, semangat belajar, dan kegigihan adalah kunci yang membawanya dari balik gerobak mie ayam menuju kursi kepemimpinan akademik, menjadi teladan inspiratif di IPI Garut dan bagi banyak orang<\/span><\/p>\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Garut, Institut Pendidikan Indonesia\u00a0\u2013 Kisah perjalanan hidup\u00a0Zoni Sulaiman, M.Pd., Wakil Dekan I Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial, Bahasa, dan Sastra (FPISBS) IPI Garut, adalah cerminan ketekunan, kegigihan, dan semangat pantang menyerah. Berawal dari seorang perantau yang mengadu nasib dengan berjualan mie ayam, kini beliau sukses menduduki posisi strategis di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Garut. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4643,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,461],"tags":[260,145,256,252,258,257,254,255,261,259,251,253,250],"class_list":["post-4350","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-pendidikan","tag-dedikasi","tag-ipi-garut","tag-karir-akademik","tag-kerja-keras","tag-ketekunan","tag-kisah-inspiratif","tag-motivasi","tag-pendidikan-bahasa-dan-sastra","tag-pendidikan-garut","tag-pendidikan-ilmu-sosial","tag-perjalanan-hidup","tag-wakil-dekan","tag-zoni-sulaiman"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/institutpendidikan.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4350","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/institutpendidikan.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/institutpendidikan.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/institutpendidikan.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/institutpendidikan.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4350"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/institutpendidikan.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4350\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6283,"href":"https:\/\/institutpendidikan.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4350\/revisions\/6283"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/institutpendidikan.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4643"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/institutpendidikan.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/institutpendidikan.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/institutpendidikan.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}