IPI Garut Salurkan Santunan kepada 30 Anak Yatim Yayasan Darussalam Alfaridz sebagai Wujud Kampus Berdampak melalui Kepedulian dan Semangat Berbagi di Bulan Ramadan

IPI Garut, 9 Maret 2026 – Dalam semangat berbagi dan memperkuat kepedulian sosial di bulan suci Ramadan, Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut menyelenggarakan kegiatan Santunan Anak Yatim Yayasan Darussalam Alfaridz pada 9 Maret 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 30 anak yatim piatu tersebut menjadi bagian dari komitmen IPI Garut dalam menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan santunan dilaksanakan sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim piatu yang membutuhkan dukungan moral maupun material. Selain memberikan bantuan, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antara sivitas akademika IPI Garut dengan masyarakat serta menanamkan nilai empati dan solidaritas sosial kepada seluruh warga kampus.

Acara ini melibatkan berbagai unsur di lingkungan IPI Garut, mulai dari pimpinan institusi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta pengurus Yayasan Darussalam Alfaridz. Kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian bersama untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim piatu, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.

Dalam sambutannya, pimpinan IPI Garut menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam bidang pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam membangun kepedulian sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kegiatan santunan ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa syukur yang kami wujudkan melalui aksi nyata. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan kebahagiaan serta motivasi bagi anak-anak untuk terus belajar, berdoa, dan meraih cita-cita mereka,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama, dilanjutkan dengan tausyiah keagamaan yang mengangkat tema pentingnya berbagi dan menyayangi sesama. Suasana penuh kehangatan terasa ketika anak-anak yatim piatu berinteraksi dengan sivitas akademika IPI Garut dalam berbagai kegiatan kebersamaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim, diikuti pembagian bantuan kepada seluruh penerima manfaat.

Selain pemberian santunan, kegiatan juga menjadi sarana untuk memberikan dukungan moral kepada anak-anak agar tetap optimis dalam menjalani pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Kehadiran para dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan memberikan suasana kekeluargaan yang mempererat hubungan emosional antara kampus dan masyarakat.

Kegiatan ini memberikan manfaat yang luas bagi seluruh pihak yang terlibat. Bagi anak-anak yatim piatu, santunan yang diberikan membantu memenuhi kebutuhan mereka sekaligus memberikan perhatian dan dukungan psikologis yang sangat berarti. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan empati, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Sementara bagi institusi, kegiatan ini memperkuat peran kampus sebagai agen perubahan sosial yang aktif berkontribusi dalam pembangunan karakter dan kesejahteraan masyarakat.

Dari sisi capaian, kegiatan berhasil menyalurkan santunan kepada 30 anak yatim piatu dari Yayasan Darussalam Alfaridz, memperkuat hubungan kemitraan antara kampus dan lembaga sosial masyarakat, serta meningkatkan partisipasi sivitas akademika dalam kegiatan kemanusiaan. Dokumentasi dan publikasi kegiatan juga menjadi bagian dari upaya menyebarluaskan nilai-nilai kepedulian sosial kepada masyarakat yang lebih luas.

Salah seorang pengurus Yayasan Darussalam Alfaridz menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh IPI Garut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada anak-anak yatim di yayasan kami. Kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan semangat bagi anak-anak,” ungkapnya.

Dalam jangka pendek, kegiatan ini memberikan manfaat langsung berupa bantuan dan dukungan kepada anak-anak yatim piatu yang membutuhkan. Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya kepedulian sosial yang berkelanjutan, memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta membentuk generasi muda yang memiliki karakter empatik, peduli, dan bertanggung jawab terhadap sesama.

Melalui kegiatan santunan ini, IPI Garut kembali menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan Santunan Anak Yatim Yayasan Darussalam Alfaridz yang diselenggarakan oleh IPI Garut menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam membangun kepedulian sosial dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan sebagai wujud implementasi kampus berdampak. Sebagai kampus berdampak, IPI Garut tidak hanya berperan dalam bidang akademik, tetapi juga aktif menghadirkan kontribusi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penguatan nilai empati, solidaritas, dan pengabdian. Melalui semangat berbagi dan kebersamaan yang ditunjukkan selama kegiatan, IPI Garut tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi para penerima santunan, tetapi juga menanamkan budaya empati dan pengabdian yang diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan akademik maupun sosial masyarakat.