IPI Garut, 22 September 2025– Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kampus yang peduli lingkungan melalui kegiatan Serah Terima Kompos sebagai Best Practice Pengelolaan Sampah IPI Garut yang dilaksanakan pada 22 September 2025. Kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Pengelolaan Sampah IPI Garut ini menjadi bagian dari implementasi program pengelolaan sampah terpadu yang selama ini dikembangkan di lingkungan kampus sebagai upaya mendukung pembangunan berkelanjutan dan budaya kampus hijau.
Kegiatan serah terima kompos dilaksanakan di lingkungan Kampus IPI Garut dan dihadiri oleh unsur pimpinan institusi, tim pengelola sampah, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta perwakilan unit kerja yang terlibat dalam program pengelolaan lingkungan kampus. Kegiatan ini merupakan wujud nyata hasil pengolahan sampah organik yang berasal dari aktivitas sehari-hari di lingkungan kampus menjadi produk yang memiliki nilai guna dan manfaat bagi lingkungan.
Program pengelolaan sampah yang dikembangkan IPI Garut berangkat dari kesadaran bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup berkelanjutan. Selain berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, kampus juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam pengelolaan lingkungan yang ramah dan berkelanjutan. Melalui program ini, sampah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung penghijauan dan pemeliharaan ruang terbuka hijau di lingkungan kampus.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan berbagai unsur sivitas akademika. Tim Pengelolaan Sampah IPI Garut bertugas melakukan proses pemilahan, pengumpulan, pengolahan, hingga pematangan kompos. Mahasiswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan edukasi dan praktik pengelolaan sampah sebagai bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengurangan sampah dan pemanfaatan kembali limbah organik.
Kegiatan serah terima diawali dengan pemaparan mengenai proses pengelolaan sampah organik yang telah dilakukan selama beberapa bulan sebelumnya. Tim pengelola menjelaskan tahapan pengolahan mulai dari pemilahan sumber sampah, proses dekomposisi, pemeliharaan media kompos, hingga hasil akhir yang siap digunakan. Setelah itu dilakukan simbolis penyerahan kompos kepada perwakilan pimpinan institusi dan unit pengelola lingkungan kampus sebagai bentuk pemanfaatan hasil program secara berkelanjutan.
Pimpinan IPI Garut menyampaikan bahwa program pengelolaan sampah ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam membangun budaya kampus yang peduli terhadap lingkungan.
“Pengelolaan sampah bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter dan tanggung jawab sosial. Melalui program ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap warga kampus memiliki peran dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan ini memberikan manfaat yang luas bagi berbagai pihak. Bagi mahasiswa, program ini menjadi sarana pembelajaran nyata mengenai konsep keberlanjutan, ekonomi sirkular, dan pengelolaan lingkungan. Bagi institusi, kegiatan ini mendukung penciptaan lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan hijau. Sementara bagi masyarakat, praktik baik yang diterapkan di lingkungan kampus dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Dari sisi capaian, kegiatan berhasil menghasilkan kompos berkualitas yang berasal dari pengolahan sampah organik kampus, meningkatkan partisipasi sivitas akademika dalam program lingkungan, serta memperkuat budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Program ini juga menjadi salah satu contoh praktik baik (best practice) dalam implementasi kampus hijau yang dapat direplikasi oleh institusi pendidikan lainnya.
Seorang mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga mengenai bagaimana sampah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.
“Kami belajar bahwa sampah organik bukan sekadar limbah yang dibuang, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang bernilai dan bermanfaat bagi lingkungan. Pengalaman ini membuat kami lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dalam jangka pendek, kegiatan ini berdampak pada berkurangnya volume sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir serta meningkatnya kesadaran lingkungan di kalangan sivitas akademika. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu membentuk budaya kampus berkelanjutan, memperkuat implementasi prinsip ramah lingkungan, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam bidang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Kegiatan Serah Terima Kompos sebagai Best Practice Pengelolaan Sampah IPI Garut menjadi bukti nyata implementasi kampus berdampak, di mana perguruan tinggi berperan aktif dalam menciptakan solusi lingkungan yang berkelanjutan. Sebagai kampus berdampak, IPI Garut menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada proses akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi dan praktik baik yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Melalui kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan tim pengelola sampah, IPI Garut tidak hanya menghasilkan lingkungan kampus yang lebih hijau dan sehat, tetapi juga membangun budaya kepedulian lingkungan yang akan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.