IPI Garut, 12 September 2025 – Program Studi Pendidikan Biologi Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut melaksanakan kegiatan pendampingan pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos bagi 40 petani di Desa Parakan, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Kegiatan ini berlangsung pada periode April hingga September 2025 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan keterampilan pengelolaan limbah organik berbasis lingkungan berkelanjutan.
Program ini dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Biologi yang berjumlah enam orang, dengan dukungan kolaboratif bersama masyarakat petani setempat. Kegiatan ini dipimpin oleh Indra Doodo Saputra, selaku koordinator pengelolaan sampah di IPI Garut, yang berperan dalam mengoordinasikan pelaksanaan program mulai dari perencanaan, pelatihan teknis, hingga evaluasi kegiatan di lapangan.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya potensi sampah organik di wilayah pedesaan yang belum dikelola secara optimal, terutama yang berasal dari sisa hasil pertanian dan rumah tangga. Melalui pendekatan edukatif dan praktis, program ini bertujuan untuk memberikan solusi berkelanjutan berupa pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat petani.
Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan tahap sosialisasi kepada para petani mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik serta dampaknya terhadap kesuburan tanah dan keberlanjutan pertanian. Selanjutnya, tim dosen memberikan pelatihan teknis mengenai proses pembuatan kompos, mulai dari pemilahan bahan organik, pencacahan, pencampuran, fermentasi, hingga proses pematangan kompos. Pelatihan dilakukan secara langsung di lapangan dengan pendekatan praktik agar peserta dapat memahami setiap tahapan secara aplikatif.
Selain pelatihan, kegiatan ini juga mencakup pendampingan berkelanjutan selama proses produksi kompos berlangsung. Tim dosen secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap proses yang dilakukan oleh para petani, termasuk memberikan bimbingan teknis apabila ditemukan kendala dalam proses pengolahan. Pendekatan ini memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan secara efektif antara akademisi dan masyarakat.
Sebanyak 40 petani Desa Parakan terlibat aktif dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam proses pengelolaan sampah organik. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pelatihan awal hingga praktik pembuatan kompos secara mandiri di kelompok tani masing-masing.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam mengelola sampah organik menjadi pupuk kompos. Sebagian kelompok tani bahkan telah mulai memproduksi kompos secara mandiri untuk digunakan pada lahan pertanian mereka, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Hal ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap peningkatan kualitas tanah dan hasil pertanian dalam jangka panjang.
Kegiatan ini juga memberikan manfaat dari aspek lingkungan dan ekonomi. Dari sisi lingkungan, program ini membantu mengurangi volume sampah organik yang tidak terkelola di masyarakat. Sementara dari sisi ekonomi, pemanfaatan pupuk kompos berpotensi menekan biaya produksi pertanian serta membuka peluang usaha baru berbasis pengolahan limbah organik di tingkat desa.
Program pendampingan ini juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan langsung dosen dalam pendampingan lapangan, kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap permasalahan lingkungan, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.
Ke depan, IPI Garut berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program serupa yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat. Pendampingan pengelolaan sampah organik ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain, sehingga memberikan dampak yang lebih luas dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.
Dengan adanya sinergi antara akademisi dan masyarakat, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pertanian berkelanjutan serta penguatan ekonomi hijau di tingkat desa. Program ini juga menegaskan peran IPI Garut sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan sosial dan lingkungan melalui pendekatan ilmiah dan aplikatif.