Garut, 3 Oktober 2026 — Dosen pendamping dan mahasiswa PPG IPI Garut mendiseminasikan proyek kepemimpinan bertema “Ruang Belajar Digital” dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia tingkat SMA Kabupaten Garut di SMAN 11 Garut, Sabtu, 3 Oktober 2026. Media tersebut dikembangkan untuk mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI melalui penyediaan materi, latihan, permainan edukatif, dan evaluasi dalam satu ruang digital.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh tim mahasiswa PPG IPI Garut Semester 2 Tahun 2026 dengan pendampingan Dr. Ninah Hasanah, M.Pd. Presentasi diseminasi disampaikan oleh Alfi Nurul Hasanah, S.Pd. sebagai perwakilan tim proyek kepemimpinan.
Latar Belakang Pengembangan
Dalam pemaparannya, Alfi Nurul Hasanah, S.Pd. menjelaskan bahwa Ruang Belajar Digital dikembangkan sebagai respons terhadap kebutuhan akan media pembelajaran Bahasa Indonesia yang mudah diakses, menarik, dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Pembelajaran tidak lagi hanya bergantung pada buku cetak atau kegiatan di dalam kelas, tetapi dapat didukung oleh media digital yang memungkinkan peserta didik belajar secara lebih fleksibel.
Ruang Belajar Digital dirancang untuk membantu peserta didik memperoleh materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja, selama tersedia perangkat serta koneksi internet. Media ini memadukan materi, latihan, permainan edukatif, dan evaluasi dalam satu ruang pembelajaran digital.
Pengembangan media tersebut juga dilatarbelakangi oleh pentingnya menyajikan materi Bahasa Indonesia dalam bentuk yang lebih komunikatif dan tidak monoton. Oleh karena itu, materi disusun dengan memanfaatkan tampilan visual, flipbook, infografik, dan komik edukatif yang dikembangkan menggunakan Canva.
Penyajian tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Media ini juga dirancang untuk membantu peserta didik memahami materi melalui bentuk penyajian yang lebih bervariasi dan mudah diakses.
Fitur Ruang Belajar Digital
Ruang Belajar Digital merupakan pusat materi dan aktivitas pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI. Media ini memiliki beberapa menu utama, yaitu Beranda, Materi, Latihan, Permainan, Evaluasi, dan Tentang.
Menu Beranda berfungsi sebagai pengantar untuk mengenalkan Ruang Belajar Digital kepada pengguna. Menu Materi memuat enam topik utama Bahasa Indonesia kelas XI, yaitu teks argumentasi, teks berita, cerita pendek, puisi, drama, dan karya tulis ilmiah.
Menu Latihan digunakan untuk menguji pemahaman peserta didik setelah mempelajari materi. Menu Permainan menghadirkan aktivitas edukatif yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Sementara itu, menu Evaluasi digunakan untuk mengukur pemahaman peserta didik melalui kuis interaktif. Menu Tentang memuat informasi mengenai Ruang Belajar Digital dan tim pengembang.
Salah satu materi yang diperkenalkan adalah materi puisi. Materi tersebut disajikan dalam 12 bagian pembelajaran yang dikemas dalam bentuk flipbook bergaya komik. Penyajian ini berpotensi menciptakan pengalaman belajar yang lebih bervariasi karena memadukan teks, ilustrasi, dan struktur materi yang sistematis.
Setiap materi dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, penjelasan, contoh, rangkuman, latihan, dan media pendukung.

Apresiasi dari Pengurus MGMP
Ketua MGMP Bahasa Indonesia Tingkat SMA Kabupaten Garut memberikan apresiasi terhadap pengembangan Ruang Belajar Digital. Menurut Ketua MGMP, Agus Rohaendi, S.Pd., media tersebut berpotensi membantu guru menyediakan sumber belajar yang lebih bervariasi bagi peserta didik.
Penyajian materi melalui flipbook, infografik, komik edukatif, latihan, permainan, dan kuis interaktif dinilai berpotensi mendukung pembelajaran yang lebih menarik. Media tersebut juga diharapkan dapat membantu peserta didik mengakses materi dan belajar secara mandiri.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Pelaksana Kegiatan MGMP. Menurutnya, diseminasi tersebut menjadi ruang berbagi antara mahasiswa PPG dan guru Bahasa Indonesia. Kegiatan tersebut memberikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk mengembangkan media sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Dalam sesi diskusi, peserta antusias menanyakan kemungkinan pengembangan Ruang Belajar Digital untuk kelas X dan XII. Tim proyek menjelaskan bahwa media tersebut dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan materi dan tujuan pembelajaran pada setiap jenjang kelas. Guru atau sekolah yang berminat dapat menghubungi tim pengembang proyek kepemimpinan untuk memperoleh informasi dan berkoordinasi lebih lanjut.
Masukan tersebut menjadi bahan penting bagi tim untuk memperbaiki konten, mengembangkan fitur, dan merancang pemanfaatan Ruang Belajar Digital secara berkelanjutan.
Proses Diseminasi
Dalam kegiatan tersebut, Alfi Nurul Hasanah, S.Pd. menjelaskan cara menggunakan Ruang Belajar Digital. Pengguna dapat memilih materi melalui menu Materi, kemudian mempelajari tujuan pembelajaran, membaca penjelasan, mencermati contoh, menggunakan media pendukung, membaca rangkuman, serta mengerjakan latihan dan evaluasi.
Diseminasi menjadi sarana bagi tim untuk memperkenalkan latar belakang, tujuan, fitur, manfaat, dan mekanisme penggunaan Ruang Belajar Digital kepada guru Bahasa Indonesia tingkat SMA Kabupaten Garut. Para peserta MGMP juga memperoleh kesempatan untuk memberikan tanggapan, masukan, dan saran terhadap pengembangan media pembelajaran tersebut.
Dosen Pendamping Mata Kuliah Proyek Kepemimpinan, Dr. Ninah Hasanah, M.Pd., memberikan pendampingan kepada tim dalam proses persiapan dan pelaksanaan diseminasi. Pendampingan tersebut membantu tim mengembangkan proyek yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran Bahasa Indonesia serta memiliki nilai inovasi dan kebermanfaatan bagi guru dan peserta didik.
Harapan Pengembangan
Melalui proyek Ruang Belajar Digital, PPG IPI Garut turut menghadirkan inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia yang memadukan materi, flipbook, komik edukatif, latihan, permainan, dan evaluasi dalam satu ruang digital. Media ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik, dirancang untuk membantu peserta didik memahami materi, serta berpotensi menciptakan pengalaman belajar yang lebih bervariasi, interaktif, dan fleksibel.
Ruang Belajar Digital juga terbuka untuk dikembangkan pada kelas X dan XII sesuai dengan kebutuhan materi, tujuan pembelajaran, dan karakteristik peserta didik. Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui kolaborasi antara guru, sekolah, dan tim pengembang proyek kepemimpinan.
Tim mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Abdul Hadi Wijaya, S.Pd.; Alfi Nurul Hasanah, S.Pd.; Bintang Alfajry, S.Pd.; Anwar Hidayatulloh, S.Pd.; Aulia Nuha An’Umillah, S.Pd.; Christy A. Ginka Putri Br Ginting, S.Pd.; Dindha Dwi Astiti, S.Pd.; dan Fajar Muhamad Sidik, S.Pd.