Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) terus dituntut untuk menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif, kontekstual, dan menyenangkan bagi peserta didik. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) melaksanakan kegiatan inovasi media pembelajaran interaktif bertajuk “Lakon Kelana Nusantara” dalam rangka Projek Kepemimpinan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 22–23 September 2026 tersebut berlangsung di dua satuan pendidikan, yaitu SMP Negeri 2 Garut dan SMP Negeri 5 Tarogong Kidul. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran pada mata kuliah Projek Kepemimpinan PPG, dengan bimbingan Dr. Ade Suherman, M.Pd.
“Lakon Kelana Nusantara” dirancang sebagai inovasi pembelajaran PPKn yang memadukan unsur permainan, budaya, kreativitas, kolaborasi, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Konsep ini dikembangkan untuk mengubah pembelajaran PPKn yang terkadang dianggap bersifat teoritis menjadi pengalaman belajar yang lebih aktif dan menarik.
Dalam pelaksanaannya, Lakon Kelana Nusantara terdiri atas tiga media pembelajaran interaktif, yang masing-masing merepresentasikan materi penting dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Media pertama adalah Wayang Pancasila dan Kebinekaan. Media ini memanfaatkan tokoh wayang sebagai sarana untuk mengenalkan dan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila serta keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Peserta didik diajak memahami makna persatuan, toleransi, gotong royong, dan penghargaan terhadap perbedaan melalui cerita dan aktivitas yang lebih dekat dengan dunia mereka.
Media kedua adalah Ludo UUD, yaitu permainan papan yang dikembangkan untuk membantu peserta didik memahami materi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Melalui mekanisme permainan, peserta didik tidak hanya dituntut mengingat materi, tetapi juga berdiskusi, menjawab pertanyaan, mengambil keputusan, serta membangun kerja sama dengan teman.
Sementara itu, media ketiga adalah Mission Box NKRI. Media ini dirancang dalam bentuk tantangan atau misi yang berkaitan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peserta didik dihadapkan pada berbagai tugas dan permasalahan yang mendorong mereka untuk berpikir kritis, bekerja sama, berkomunikasi, dan menunjukkan sikap sebagai warga negara yang bertanggung jawab.
Ketiga media tersebut menjadi satu kesatuan dalam konsep “Lakon Kelana Nusantara”, yang membawa peserta didik seolah-olah melakukan perjalanan pembelajaran untuk mengenal Pancasila dan kebinekaan, memahami konstitusi, serta memperkuat pemahaman mengenai NKRI.

Pelaksanaan kegiatan di SMP Negeri 2 Garut dan SMP Negeri 5 Tarogong Kidul mendapat respons positif dari peserta didik. Suasana pembelajaran terlihat lebih dinamis karena peserta didik terlibat secara langsung dalam permainan, diskusi, pemecahan masalah, dan berbagai tantangan yang terdapat pada masing-masing media.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa PPG untuk mengimplementasikan kompetensi kepemimpinan pendidikan. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai perancang, fasilitator, inovator, dan evaluator pembelajaran. Dengan demikian, Projek Kepemimpinan tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi menghasilkan produk inovatif yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan lebih lanjut.
Menurut Dr. Ade Suherman, M.Pd., inovasi pembelajaran PPKn perlu terus dikembangkan agar nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan dapat dipahami peserta didik melalui pengalaman belajar yang bermakna.
Melalui “Lakon Kelana Nusantara”, pembelajaran PPKn diharapkan tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga mampu menumbuhkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, karakter, serta kecintaan terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menariknya, Projek Kepemimpinan ini tidak hanya menghasilkan pengalaman praktik pembelajaran. Sebagai bentuk keberlanjutan dan dokumentasi akademik, mahasiswa PPG juga menghasilkan buku ber-ISBN yang mengangkat tema “Pembelajaran Interaktif yang Menyenangkan melalui Lakon Kelana Nusantara”. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi guru maupun mahasiswa calon guru dalam mengembangkan media pembelajaran PPKn yang inovatif.
Selain buku ber-ISBN, projek ini juga diarahkan untuk menghasilkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas inovasi media pembelajaran yang dikembangkan. Dengan demikian, produk mahasiswa tidak hanya menjadi luaran kegiatan perkuliahan, tetapi juga memiliki nilai akademik, edukatif, dan inovatif yang dapat dikembangkan untuk mendukung pembelajaran PPKn di berbagai satuan pendidikan.

Projek “Lakon Kelana Nusantara” menjadi salah satu contoh bahwa pembelajaran PPKn dapat dikemas secara kreatif dengan mengintegrasikan nilai Pancasila, kebinekaan, konstitusi, dan semangat NKRI ke dalam media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa PPG memiliki peran strategis dalam menghadirkan transformasi pembelajaran yang lebih kreatif, humanis, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era pendidikan yang terus berkembang.