PPG Institut Pendidikan Indonesia Garut Diseminasikan Hasil Bimtek Pendampingan PPL Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026

IPI Garut, 01 Juli 2026 — Program Pendidikan Profesi Guru Institut Pendidikan Indonesia Garut menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Bimbingan Teknis Pembimbingan dan Pendampingan Praktik Pengalaman Lapangan Pendidikan Profesi Guru bagi Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026, Rabu, 1 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Tirta Gangga, Garut, tersebut diikuti oleh dosen dan guru pamong sebagai bagian dari upaya menyelaraskan kebijakan, mekanisme pembimbingan, serta pelaksanaan PPL PPG di sekolah mitra.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas pelaksanaan bimbingan teknis PPL PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026. Diseminasi menjadi ruang untuk menyampaikan hasil bimbingan teknis kepada para pihak yang terlibat langsung dalam proses pendampingan mahasiswa, khususnya Dosen Pembimbing Lapangan dan Guru Pamong. Melalui kegiatan tersebut, informasi mengenai kebijakan, arah pelaksanaan, dan standar pendampingan PPL diharapkan dapat dipahami secara konsisten oleh seluruh peserta.

PPL merupakan salah satu tahapan penting dalam Pendidikan Profesi Guru karena memberikan kesempatan kepada calon guru untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan pengalaman pembelajaran secara langsung di sekolah. Dalam proses tersebut, dosen pembimbing dan guru pamong memiliki posisi strategis dalam mengarahkan, mengamati, memberikan umpan balik, serta membantu calon guru mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

Kegiatan diseminasi melibatkan Wakil Rektor I Institut Pendidikan Indonesia Garut, Koordinator PPG, serta Tim PPG sebagai unsur internal penyelenggara. Selain itu, kegiatan dihadiri oleh dosen yang menjalankan tugas sebagai pembimbing lapangan dan guru pamong dari sekolah mitra. Keterlibatan unsur perguruan tinggi dan sekolah menunjukkan pentingnya kerja sama dalam memastikan kegiatan PPL berjalan sesuai dengan kebijakan program dan kebutuhan pembelajaran di lapangan.

Bagi peserta, kegiatan ini memberikan manfaat berupa penguatan pemahaman mengenai peran, tanggung jawab, dan pola koordinasi selama pelaksanaan PPL. Dosen Pembimbing Lapangan memperoleh ruang untuk memperdalam pendekatan pembimbingan dari perspektif akademik dan profesional. Sementara itu, Guru Pamong mendapatkan penguatan mengenai praktik pendampingan calon guru di sekolah, termasuk dalam mengarahkan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, refleksi, dan perbaikan praktik mengajar.

Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa sesi yang saling berkaitan. Sesi pertama membahas diseminasi kebijakan, arah pelaksanaan, dan hasil Bimbingan Teknis PPL PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026. Pada bagian ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai kerangka pelaksanaan program, ketentuan pendampingan, serta hal-hal yang perlu menjadi perhatian selama calon guru menjalani kegiatan PPL.

Sesi berikutnya berfokus pada pembimbingan dan pendampingan PPL PPG dari perspektif Dosen Pembimbing Lapangan. Pembahasan diarahkan pada strategi pembimbingan yang terstruktur, pelaksanaan supervisi, pemberian umpan balik yang konstruktif, serta pendampingan reflektif terhadap pengalaman calon guru di sekolah. Pendekatan tersebut diperlukan agar proses pembimbingan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu mendukung peningkatan kompetensi calon guru secara nyata.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan praktik pendampingan PPL PPG di sekolah mitra dan penguatan peran Guru Pamong. Dalam sesi ini, peserta mendalami posisi guru pamong sebagai pendamping profesional yang berinteraksi langsung dengan calon guru selama menjalankan praktik pembelajaran. Guru pamong diharapkan dapat menjadi mitra diskusi, memberikan contoh praktik pembelajaran, serta membantu calon guru memahami karakteristik peserta didik dan lingkungan sekolah.

Capaian langsung dari kegiatan ini adalah terbentuknya pemahaman yang lebih seragam antara pengelola PPG, Dosen Pembimbing Lapangan, dan Guru Pamong mengenai pelaksanaan PPL Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026. Kegiatan juga memperjelas pembagian peran, alur koordinasi, serta pola pendampingan yang perlu diterapkan selama calon guru melaksanakan praktik di sekolah mitra.

Selain itu, pertemuan ini memperkuat komunikasi antara Institut Pendidikan Indonesia Garut dan sekolah mitra. Kesamaan pemahaman tersebut menjadi dasar penting dalam mengurangi perbedaan interpretasi terhadap kebijakan, meningkatkan konsistensi proses pembimbingan, dan memastikan calon guru memperoleh pengalaman praktik yang relevan dengan tuntutan profesi.

Melalui diseminasi hasil bimbingan teknis ini, Program Pendidikan Profesi Guru Institut Pendidikan Indonesia Garut menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, dosen pembimbing, dan sekolah mitra dalam pelaksanaan PPL. Dalam jangka pendek, kegiatan ini mendukung kesiapan para pendamping dalam menjalankan tugasnya. Dalam jangka panjang, penguatan sistem pembimbingan diharapkan berkontribusi terhadap pembentukan calon guru yang reflektif, kompeten, dan mampu melaksanakan pembelajaran secara profesional.