Garut, Indonesian Institute of Education Pasirwangi, Garut, 13 Agustus 2025. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok Padaasih 1 melaksanakan kegiatan praktik collaborative learning secara langsung bersama masyarakat pada 13 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi, kerja sama, serta keterampilan berpikir kritis peserta melalui pembelajaran berbasis kelompok.
Dalam praktik ini, mahasiswa KKN membagi peserta ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok diberi tugas dan permasalahan yang harus didiskusikan serta dicarikan solusi bersama. Metode ini diterapkan agar masyarakat dapat saling bertukar gagasan, membangun komunikasi yang efektif, dan belajar menyelesaikan masalah secara kolektif.
Ketua Kelompok KKN Padaasih 1, Nuriaza Diah Asman Danoe. menjelaskan bahwa metode collaborative learning dipilih karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang mengedepankan musyawarah dan gotong royong. “Dengan cara ini, kami berharap masyarakat dapat lebih aktif, tidak hanya menerima materi, tetapi juga berperan langsung dalam proses pembelajaran,”
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta tampak aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta bekerja sama untuk mencapai kesepakatan kelompok. Mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator yang membimbing jalannya diskusi agar tetap terarah.
Melalui praktik collaborative learning ini, diharapkan masyarakat Desa Padaasih semakin terbiasa dengan pola kerja sama yang partisipatif, yang nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan di lingkungan sekitar.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok Padaasih 1 melaksanakan kegiatan praktik collaborative learning secara langsung bersama masyarakat pada hari rabu 13 agustustus 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi, kerja sama, serta keterampilan berpikir kritis peserta melalui pembelajaran berbasis kelompok.
Dalam praktik ini, mahasiswa KKN membagi peserta ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok diberi tugas dan permasalahan yang harus didiskusikan serta dicarikan solusi bersama. Metode ini diterapkan agar masyarakat dapat saling bertukar gagasan, membangun komunikasi yang efektif, dan belajar menyelesaikan masalah secara kolektif.
Ketua Kelompok KKN Padaasih 1, Nuriaza Diah Asman Danoe, menjelaskan bahwa metode collaborative learning dipilih karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang mengedepankan musyawarah dan gotong royong. “Dengan cara ini, kami berharap masyarakat dapat lebih aktif, tidak hanya menerima materi, tetapi juga berperan langsung dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta tampak aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta bekerja sama untuk mencapai kesepakatan kelompok. Mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator yang membimbing jalannya diskusi agar tetap terarah.
Melalui praktik collaborative learning ini, diharapkan masyarakat Desa Padaasih semakin terbiasa dengan pola kerja sama yang partisipatif, yang nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan di lingkungan sekitar.